Why the study?
Blood pressure often remains unstable in patients with hypertension despite pharmacological therapy, indicating a need for adjunctive nonpharmacological approaches such as Nadi Shodhana Pranayama.
Does Nadi Shodhana Pranayama therapy reduce blood pressure in patients with grade 1 hypertension?
Does Nadi Shodhana Pranayama therapy reduce blood pressure in patients with grade 1 hypertension?
In a descriptive case study of two patients with grade 1 hypertension, 4 days of twice-daily Nadi Shodhana Pranayama breathing therapy was associated with reductions in systolic and diastolic blood pressure alongside improved clinical symptoms.
Nadi Shodhana Pranayama was associated with BP reductions in two grade 1 hypertension cases; hypothesis-generating and should not yet change practice.
Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan pengendalian tekanan darah secara optimal. Meskipun pasien telah menjalani terapi farmakologis, tekanan darah pada sebagian pasien masih belum stabil. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping dalam pengendalian hipertensi. Tujuan: menggambarkan penerapan terapi Nadi Shodhana Pranayama (NSP) dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi grade 1. Metode: menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien hipertensi grade 1 berusia 40-60 tahun. Intervensi berupa terapi Nadi Shodhana Pranayama (NSP) dilakukan selama 4 hari berturut-turut dengan frekuensi 2 sesi per hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi untuk menggambarkan perubahan tekanan darah selama pelaksanaan terapi. Hasil: pada subjek I, mengalami penurunan tekanan darah dari 157/97 mmHg menjadi 134/84 mmHg. Sementara itu, pada subjek II tekanan darah menurun dari 160/91 mmHg menjadi 138/84 mmHg. Kesimpulan: penerapan terapi Nadi Shodhana Pranayama (NSP) pada dua pasien hipertensi grade 1 menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dan dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Jumari et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: