Bullying remains a phenomenon occurring in higher education environments and can impact mental health, including anxiety. This study aimed to determine the relationship between bullying and anxiety among students. This was an analytical quantitative study with a cross-sectional design. Data were collected using the Olweus Bully/Victim Questionnaire and Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Respondents were students from University X in Manado who met inclusion criteria. The bivariate analysis used the Spearman's correlation test. The results obtained 241 students as respondents. The majority of respondents experienced low-level bullying (94.6%) and minimal anxiety (77.6%). Statistical analysis revealed a significant positive correlation between bullying and anxiety with moderate strength (r=0.489; p<0.001). In conclusion, there is a significant relationship with moderate strength between bullying and anxiety among university students. Even low-level bullying contributes to the emergence of anxiety symptoms, highlighting the need for comprehensive intervention programs addressing both bullying prevention and mental health support in higher education settings. Keywords: bullying; anxiety; university students; mental health Abstrak: Perundungan masih menjadi fenomena yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi dan dapat berdampak pada kesehatan mental, termasuk kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perundungan dan kecemasan pada mahasiswa. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain potong lintang ini mengumpulkan data menggunakan kuesioner Olweus Bully/Victim Questionnaire dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Responden ialah 241 mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri X di Kota Manado yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mendapatkan 241 mahasiswa sebagai responden. Sebagian besar responden mengalami perundungan tingkat rendah (94,6%) dan kecemasan ringan (77,6%). Hasil uji statistik menunjukkan korelasi positif bermakna dengan kekuatan sedang antara perundungan dan kecemasan (r=0,489; p<0,001). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna dengan kekuatan sedang antara perundungan dan kecemasan pada mahasiswa. Perundungan, meskipun pada tingkat rendah, tetap berkontribusi terhadap munculnya gejala kecemasan, menunjukkan perlunya program intervensi komprehensif yang menangani pencegahan perundungan dan dukungan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Kata kunci: perundungan; kecemasan; mahasiswa; kesehatan mental
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Waworuntu et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: