Komunikasi interpersonal guru dan murid merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan rasa percaya diri anak usia dini di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal guru dan murid dalam meningkatkan rasa percaya diri anak serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru selama proses pembelajaran di TK Mutia Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan berjumlah enam orang, terdiri atas dua guru, dua wali murid, dan dua anak didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dilakukan melalui komunikasi verbal dan nonverbal, perhatian individual, pemberian motivasi, serta penguatan positif berupa pujian dan penghargaan. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk bercerita, menjawab pertanyaan, berinteraksi, dan tampil di depan kelas secara bertahap. Tantangan yang dihadapi guru meliputi perbedaan karakter, kemampuan komunikasi, serta perubahan kondisi emosional dan konsentrasi anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi yang hangat, suportif, dan sesuai dengan kebutuhan anak dapat mendukung perkembangan rasa percaya diri melalui interaksi pembelajaran yang berkelanjutan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Saharrani et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: