Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri peserta didik kelas VII dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 3 Kaloran. Hal ini terlihat dari keraguan peserta didik dalam menyampaikan pendapat, kurang aktif dalam diskusi, dan rasa takut berbicara di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri awal peserta didik, mengukur peningkatannya melalui penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) berbantuan video interaktif, serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor awal kepercayaan diri peserta didik sebesar 64 (40,00%) dengan kategori rendah. Skor tersebut meningkat menjadi 84,67 (52,92%) pada Siklus I dan 100,67 (62,92%) pada Siklus II. Peningkatan terlihat dari keaktifan peserta didik dalam diskusi, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri dalam mempresentasikan hasil proyek. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan tingkat kepercayaan diri peserta didik, dan kebutuhan akan pendampingan berkelanjutan. Kendala tersebut diatasi melalui perencanaan yang matang, pengelolaan waktu, pemberian motivasi, dan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan video interaktif dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dan mendorong keaktifan mereka dalam pembelajaran.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Winarningsih et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: