Febrile seizures consist of simple and complex febrile seizures. Some studies indicate a relationship between age and gender and the type of febrile seizure, but others indicate no significant association. This study aimed to analyze the relationships among age, gender, and the type of febrile seizure in toddlers. This was an observational study with a cross-sectional design. The analysis used secondary data, namely medical records of toddler patients hospitalized at Budhi Asih Cawang Regional Hospital between January and December 2024 with a diagnosis of febrile seizure. Data analysis was performed using SPSS for Windows, version 27 (2020), with a significance level of 0.05. The results showed obtained 112 toddlers as samples. Age and gender were fairly evenly distributed. There were 75 (67%) cases of simple febrile seizures, and 37 (37%) cases of complex febrile seizures. The chi-square analysis showed a statistically significant relationship between age and the type of febrile seizure (p<0.001). However, gender was not significantly related with the type of febrile seizure (p=0.742). In conclusion, there is a relationship between age and the type of febrile seizure in toddlers, but none is found between gender and the type of febrile seizure. Keywords: age; gender; type of febrile seizure; toddlers Abstrak: Kejang demam terdiri dari kejang demam sederhana dan kompleks. Beberapa hasil penelitian menunjukan adanya hubungan usia dan jenis kelamin dengan jenis kejang demam, namun juga terdapat penelitian yang menyebutkan hubungan tersebut tidak bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan jenis kejang demam pada balita. Jenis penelitian ialah observasional dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder yaitu data rekam medis pasien balita yang menjalani rawat inap di RSUD Budhi Asih Cawang tahun 2024 pada bulan Januari hingga Desember dengan diagnosis kejang demam. Analisis data diolah menggunakan aplikasi SPSS Windows versi 27 (2020) dengan tingkat kemaknaan penelitian sebesar 0,05. Hasil penelitian mendapatkan 112 balita sebagai sampel. Usia dan jenis kelamin memiliki persentase yang cukup merata. Jumlah sample dengan kejang demam sederhana sebanyak 75 (67%) kasus dan kejang demam kompleks sebanyak 37 (37%) kasus. Uji analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna secara statistik antara usia dengan jenis kejang demam (p<0,001), sedangkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan bermakna dengan jenis kejang demam (p=0,742). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara usia dengan jenis kejang demam pada balita, namun tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin dengan jenis kejang demam. Kata kunci: usia; jenis kelamin; jenis kejang demam; balita
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Hadyan et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: