Fibroadenoma mammaryis (FAM) is the most common benign breast tumor, particularly in young and early adult women. FAM is divided into two main types: juvenile (usually occurring in adolescence) and non-juvenile (more common in adulthood). Several risk factors suspected of playing a role in the occurrence of FAM include age and Body Mass Index (BMI). High BMI is thought to correlate with an increased incidence of FAM through hormonal mechanisms such as increased estrogen and growth factor levels. This study aims to determine the relationship between Body Mass Index (BMI) and age with the incidence of Fibroadenoma Mammae (FAM) at Gunung Jati Hospital Cirebon. This study used an analytic observational design with a cross-sectional approach. Data were collected retrospectively from the medical records of 84 patients who came to the surgical clinic of RSUD Gunung Jati Cirebon during the period January-December 2023. Samples were taken using total sampling technique. Data were analyzed using the Spearman correlation test. The majority of patients were in the age group of 19-59 years (76.2%) and had a normal BMI category (47.6%). The analysis showed a significant relationship between BMI and the incidence of FAM (p = 0.000; r = -0.421) and a significant relationship between age and the incidence of FAM (p = 0.000; r = 0.960). There is a significant There is a negative, which means that the higher the BMI, the tendency for the incidence of juvenile fibroadenoma mammae tends to increase compared to non-juvenile. Meanwhile, the younger the age, the higher the incidence of juvenile FAM. Keywords: Fibroadenoma Mammae, Body Mass Index, Age, Benign Breast Tumor. ABSTRAK Fibroadenoma Mammae (FAM) merupakan tumor jinak payudara yang paling umum ditemukan, terutama pada wanita usia muda dan dewasa awal. FAM terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu juvenil (umumnya terjadi pada usia remaja) dan non-juvenil (lebih sering ditemukan pada usia dewasa). Beberapa faktor risiko yang diduga berperan dalam kejadian FAM antara lain usia dan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT tinggi diduga berkorelasi dengan peningkatan kejadian FAM melalui mekanisme hormonal seperti peningkatan kadar estrogen dan faktor pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan usia dengan kejadian Fibroadenoma Mammae (FAM) di RSUD Gunung Jati Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis 84 pasien yang datang ke poli bedah RSUD Gunung Jati Cirebon selama periode Januari–Desember 2023. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Mayoritas pasien berada pada kelompok usia 19–59 tahun (76,2%) dan memiliki IMT kategori normal (47,6%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian FAM (p = 0,000; r = -0,421) serta hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian FAM (p = 0,000; r = 0,960). Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan usia dengan kejadian FAM di RSUD Gunung Jati Cirebon. adanya hubungan negatif , yang berarti semakin tinggi IMT, maka kecenderungan kejadianFibroadenoma Mammae juvenil cenderung meningkat dibandingkan dengan non-juvenil. Sementara itu, semakin tinggi usia, semakin tinggi kejadian FAM. Kata Kunci: Fibroadenoma Mammae, Indeks Massa Tubuh, Usia, Tumor Jinak Payudara.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Prelyan et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: