Urinary tract infections (UTIs) are a common health problem among women and are greatly influenced by behavior and personal hygiene. The concept of Fiqh Thaharah (purification) in Islam provides comprehensive guidelines for personal hygiene that are relevant to UTI prevention. This quantitative, cross-sectional study aimed to analyze the relationship and predictive role between the practice of Fiqh Thaharah and the incidence of UTIs in female patients. The study involved 105 female patients (aged 18–74 years) in the Inpatient Ward of Cibinong Regional General Hospital. Data were collected using structured questionnaires that had been validated for validity and reliability (Thaharah instrument α = 0.694). Data analysis utilized Pearson's correlation and simultaneous as well as partial linear regression. Bivariate analysis revealed a significant, moderate-to-strong association between the practice of Fiqh Thaharah and the incidence of UTIs (r = 0.343; p = 0.000), indicating that better Thaharah practice correlates with a lower incidence of UTIs. Through simultaneous regression analysis alongside healthy lifestyle variables, the model explained 12.7% of the variation in UTI incidence (R2 = 0.127; p = 0.001). However, partially, only the practice of Fiqh Thaharah was proven to be a significant and dominant predictor of UTI incidence (p = 0.002), explaining 11.8% of the variance independently (R2 = 0.118). This study concludes that the practice of Fiqh Thaharah is a key and dominant behavioral factor in preventing UTIs among female patients. Thaharah-based personal hygiene education is recommended as a culturally and religiously sensitive complementary preventive measure. Keywords: Fiqh Thaharah, Personal Hygiene, Urinary Tract Infection, UTI, Dominant Predictor. ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan umum pada perempuan dan sangat dipengaruhi oleh perilaku dan kebersihan personal. Konsep Fiqh Thaharah (Bersuci) dalam Islam menyediakan pedoman kebersihan personal yang komprehensif, relevan sebagai upaya pencegahan ISK. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan peran prediktif antara praktik Fiqh Thaharah dengan kejadian ISK pada pasien perempuan. Penelitian melibatkan 105 pasien perempuan (usia 18-74 tahun) di RSUD Cibinong. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas (instrumen Thaharah α=0.694). Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan Regresi Linear Simultan serta Parsial. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan berkekuatan sedang-cukup kuat antara Praktik Fiqh Thaharah dengan kejadian ISK (r=0.343; p=0.000), dimana semakin baik praktik Thaharah, semakin rendah kejadian ISK. Melalui analisis regresi linear simultan bersama variabel pola hidup sehat, model ini mampu menjelaskan 12,7% variasi kejadian ISK (R2 = 0,127; p = 0,001). Namun secara parsial, hanya praktik Fiqh Thaharah yang terbukti menjadi prediktor signifikan dan dominan terhadap kejadian ISK (p = 0,002) dengan kontribusi mandiri sebesar 11,8% (R2 = 0,118). Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik Fiqh Thaharah merupakan faktor perilaku kunci dan dominan dalam mencegah kejadian ISK pada pasien perempuan. Edukasi kebersihan personal berbasis Thaharah direkomendasikan sebagai upaya preventif komplementer yang sensitif terhadap nilai budaya dan agama pasien. Kata Kunci: Fiqh Thaharah, Higiene Personal, Infeksi Saluran Kemih, ISK, Prediktor Dominan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Dewi et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: