Students’ active participation in expressing opinions is an important indicator of engagement in student-centered learning. Initial observations in Class III A at SD Negeri Kendangsari III/278 Surabaya revealed that only 8 out of 26 students (30.77%) actively participated in discussions, while the others tended to remain passive. This study aimed to improve students’ active participation in expressing opinions during Integrated Science and Social Studies (IPAS) lessons on the topic “Stories from the Hometown” through the Think Pair Share (TPS) model integrated with a deep learning approach. The study employed a classroom action research design conducted over two cycles, each consisting of three meetings, from July to August 2026. The participants were 26 students. Data were collected through observation and documentation and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The individual achievement criterion was set at a minimum average participation score of 3.00, while the criterion for class-wide success required at least 80% participation. The results showed that the average percentage of active participation increased from 37.18% in the pre-cycle stage to 60.26% in Cycle I and 87.18% in Cycle II. The final achievement exceeded the predetermined success criterion. These findings indicate that integrating TPS with a deep learning approach may support students’ confidence in expressing ideas and enhance their participation in IPAS discussions. ABSTRAK Keaktifan murid dalam mengemukakan pendapat merupakan salah satu indikator keterlibatan dalam pembelajaran yang berpusat pada murid. Hasil observasi awal di kelas III A SD Negeri Kendangsari III/278 Surabaya menunjukkan bahwa hanya 8 dari 26 murid (30,77%) yang aktif berdiskusi, sedangkan sebagian lainnya cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan murid dalam mengemukakan pendapat pada pembelajaran IPAS dengan topik “Cerita dari Kampung Halaman” melalui model Think Pair Share (TPS) yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tiga pertemuan, pada Juli–Agustus 2026. Subjek penelitian berjumlah 26 murid. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kriteria keberhasilan individual ditetapkan berdasarkan skor rata-rata keaktifan minimal 3,00, sedangkan keberhasilan klasikal ditentukan apabila persentase keaktifan mencapai sekurang-kurangnya 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase keaktifan meningkat dari 37,18% pada prasiklus menjadi 60,26% pada Siklus I dan 87,18% pada Siklus II. Capaian akhir tersebut melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan TPS yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam berpotensi mendukung keberanian murid menyampaikan gagasan dan meningkatkan partisipasi dalam diskusi IPAS.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Ni’maturrosyidah et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: