Vocabulary learning in elementary schools requires engaging and contextual media to help students understand word meanings and use them in everyday life. This study aims to describe the use of the song “Macam-Macam Profesi” as a vocabulary learning medium based on Contextual Teaching and Learning (CTL), examine the implementation of CTL components, and describe students’ vocabulary understanding. This study employed a qualitative approach with a descriptive-analytical design. The participants were a teacher and second-grade elementary school students selected purposively. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Data trustworthiness was established through source and technique triangulation. The findings indicate that the song helped students recognize, explain, and use profession-related vocabulary through lyric repetition and connections between word meanings and everyday experiences. CTL was implemented through activities involving prior knowledge, questioning, vocabulary discovery, discussion, modeling, reflection, and authentic assessment. The learning activities also incorporated responsibility, social awareness, and moral values while encouraging student participation. Thus, songs integrated with CTL can serve as a contextual and meaningful alternative for vocabulary learning in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran kosakata di sekolah dasar memerlukan media yang menarik dan kontekstual agar murid mampu memahami makna kata serta menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan lagu “Macam-Macam Profesi” sebagai media pembelajaran kosakata berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL), penerapan komponen CTL dalam proses pembelajaran, dan pemahaman kosakata murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Subjek penelitian meliputi guru dan murid kelas II sekolah dasar yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu membantu murid mengenali, menjelaskan, dan menggunakan kosakata profesi melalui pengulangan lirik serta pengaitan makna kata dengan pengalaman sehari-hari. Penerapan CTL terlihat melalui kegiatan menghubungkan pengetahuan awal, bertanya, menemukan kosakata, berdiskusi, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik. Pembelajaran juga memuat nilai tanggung jawab, sosial, dan moral serta mendorong partisipasi murid. Dengan demikian, lagu berbasis CTL dapat menjadi alternatif media pembelajaran kosakata yang kontekstual dan bermakna bagi murid sekolah dasar.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Proborini et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: