This study was motivated by the need to develop learning approaches that encourage active student engagement in understanding pre-production materials in the Fundamentals of Film Studies subject at vocational high schools. Conventional instruction needs to be examined in comparison with learning models that provide students with opportunities to study materials independently before participating in classroom activities. This study aimed to determine the difference in learning outcomes between students taught using the Flipped Classroom model and those taught through conventional instruction in Grade X of the Film Production program at SMK Negeri 1 Ngasem. A quantitative approach with a quasi-experimental method and a nonequivalent control group design was employed. The participants consisted of 68 students, comprising 35 students from class X PF 2 as the experimental group and 33 students from class X PF 3 as the control group. Data were collected through pretests and posttests. The data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and the Mann–Whitney U test. The Mann–Whitney U test yielded a significance value of p < 0.001, with a mean rank of 50.29 for the experimental group and 17.76 for the control group. These findings indicate a statistically significant difference in learning outcomes between the two groups, with the experimental group demonstrating a higher mean rank than the control group. Therefore, the Flipped Classroom model has the potential to serve as an alternative instructional approach to support students’ learning outcomes in film pre-production. Nevertheless, these findings should be interpreted in consideration of the quasi-experimental design and the possibility of differences in students’ initial abilities between the groups. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengembangkan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami materi pra-produksi pada mata pelajaran Dasar-Dasar Perfilman di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pembelajaran konvensional dinilai perlu dibandingkan dengan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari materi secara mandiri sebelum kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model Flipped Classroom dan pembelajaran konvensional pada kelas X Program Keahlian Perfilman di SMK Negeri 1 Ngasem. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 68 peserta didik, yaitu 35 peserta didik kelas X PF 2 sebagai kelompok eksperimen dan 33 peserta didik kelas X PF 3 sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney U. Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, dengan peringkat rata-rata kelompok eksperimen sebesar 50,29 dan kelompok kontrol sebesar 17,76. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelompok, dengan peringkat hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Dengan demikian, model Flipped Classroom berpotensi menjadi alternatif pembelajaran untuk mendukung hasil belajar peserta didik dalam memahami materi pra-produksi film. Namun, hasil penelitian perlu ditafsirkan dengan mempertimbangkan desain kuasi-eksperimen dan kemungkinan perbedaan kemampuan awal antarkelompok.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
D’suga et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: