The provision of iron and folic acid supplementation to pregnant women has become a universally implemented program in nearly all low- and middle-income countries as a measure to prevent and manage anemia during pregnancy. According to the Indonesian Pediatricians Association (2022), iron and folic acid are the basic ingredients found in prenatal vitamins. According to the WHO, approximately 35–37% of pregnant women are iron-deficient, and this percentage increases as pregnancy progresses, with 30–40% of cases attributed to iron deficiency. This study aims to identify determinants associated with adherence to iron and folic acid supplementation among pregnant women. This study is a systematic review that compiled a number of studies in accordance with PRISMA guidelines. Using relevant MeSH-based keywords, the studies were retrieved from the Scopus, PubMed, and ScienceDirect databases. The literature search was conducted from January to February 2026, and methodological quality was assessed using the JBI checklist. The search yielded 1,480 articles. The results of the review of 17 studies showed that adherence to iron and folic acid supplementation among pregnant women is influenced by predisposing factors, including age, educational level, knowledge, and history of anemia; enabling factors such as access to health care, the number of antenatal care (ANC) visits, and the timing of the start of ANC; and reinforcing factors such as family support and support from health care providers. Therefore, interventions that address all three of these factors are necessary to improve adherence to supplementation among pregnant women. Keywords: Adherence, Anemia, Iron and Folic Acid Supplementation, Pregnant Women, Systematic Review. ABSTRAK Pemberian suplementasi zat besi dan asam folat kepada ibu hamil telah menjadi program yang diterapkan secara universal di hampir seluruh negara berpendapatan rendah dan menengah sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia selama kehamilan. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (2022), zat besi dan asam folat merupakan kandungan dasar yang terdapat dalam tablet tambah darah. Menurut WHO, sekitar 35–37% ibu hamil mengalami kekurangan zat besi dan persentase ini meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, dengan 30–40% disebabkan oleh kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan konsumsi suplementasi zat besi dan asam folat pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang mengumpulkan sejumlah penelitian sesuai dengan PRISMA. Dengan menggunakan kata kunci berbasis MeSH yang relevan, penelitian-penelitian tersebut diperoleh dari basis data Scopus, PubMed, dan ScienceDirect. Pengumpulan penelitian dilakukan pada periode Januari sampai Februari 2026 serta penilaian kualitas metodologi dinilai menggunakan checklist JBI. Pencarian menghasilkan 1.480 artikel. Hasil tinjauan dari 17 studi menunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi suplementasi zat besi dan asam folat pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor predisposisi meliputi usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, dan riwayat anemia; faktor pemungkin meliputi akses ke pelayanan kesehatan, jumlah kunjungan ANC, dan waktu mulai ANC; serta faktor penguat meliputi dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan, sehingga intervensi yang mencakup ketiga faktor tersebut diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi suplementasi pada ibu hamil. Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil, Kepatuhan, Suplementasi Zat Besi dan Asam Folat, Tinjauan Sistematis.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Nuraini et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: