The Weekend Land Service Program (PELATARAN) provides an alternative schedule for accessing land administration services. This study examines the association between perceived service quality and user satisfaction and calculates the Community Satisfaction Index at the Karanganyar Regency Land Office. A quantitative survey involved 31 service users, while the questionnaire was piloted with 30 different respondents. Service quality was assessed using five items referring to SERVQUAL dimensions, and satisfaction was assessed through nine public service elements. Simple linear regression and an equally weighted satisfaction index were used. The reported model showed a positive association between service quality and satisfaction scores, with a regression coefficient of 1.188, p = 0.001, and R² = 0.333. Recalculation yielded an index of 91.04, classified as very good. Facilities received the lowest mean score, 3.5161, classified as good, while complaint handling received the highest score. These findings support prioritising facility evaluation and staff conduct alongside documented complaint follow-up. However, the survey design, limited measurement instrument, and single-office setting restrict causal inference and generalisation. High satisfaction does not establish expanded access or faster completion of land administration products. Keywords: land administration; PELATARAN; service quality; user satisfaction INTISARI Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) menyediakan pilihan waktu bagi masyarakat untuk mengakses layanan pertanahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pengguna serta menghitung Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) PELATARAN di Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar. Survei kuantitatif melibatkan 31 pengguna layanan, dengan uji coba instrumen pada 30 responden berbeda. Kualitas pelayanan diukur menggunakan lima butir yang mengacu pada dimensi SERVQUAL, sedangkan kepuasan dinilai melalui sembilan unsur pelayanan publik. Analisis menggunakan regresi linear sederhana dan indeks berbobot sama. Model menunjukkan hubungan positif antara skor kualitas pelayanan dan kepuasan, dengan koefisien regresi 1,188, p = 0,001, dan R² = 0,333. IKM hasil penghitungan ulang mencapai 91,04 atau kategori sangat baik. Sarana dan prasarana memperoleh skor terendah, yaitu 3,5161 atau kategori baik, sementara penanganan pengaduan memperoleh skor tertinggi. Temuan mendukung penetapan prioritas evaluasi fasilitas dan perilaku petugas, disertai pencatatan tindak lanjut pengaduan. Namun, desain survei, keterbatasan instrumen, dan cakupan satu kantor membatasi inferensi kausal serta generalisasi. Kepuasan tinggi juga belum membuktikan perluasan akses maupun percepatan penyelesaian produk pertanahan. Kata kunci: administrasi pertanahan; kepuasan pengguna; kualitas pelayanan; PELATARAN
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Syaifudin et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: