Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Perkembangan komunikasi digital mendorong perguruan tinggi memanfaatkan strategi komunikasi yang terencana untuk memperkenalkan identitas institusi dan membangun citra positif di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi Duta Humas Universitas Malikussaleh Angkatan 2025 dalam meningkatkan citra positif kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan Universitas Malikussaleh pada tahun 2026. Informan penelitian berjumlah lima orang, terdiri atas Kepala UPT dan empat anggota Duta Humas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu perencanaan, penentuan audiens, penyusunan pesan, pemilihan media, pelaksanaan, dan evaluasi. Duta Humas memanfaatkan Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, situs resmi universitas, serta komunikasi langsung untuk menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan, prestasi, dan keunggulan kampus. Pelaksanaan strategi didukung oleh koordinasi dengan UPT, kreativitas anggota, dan pemanfaatan berbagai saluran komunikasi. Namun, evaluasi masih bergantung pada diskusi internal dan respons masyarakat, sehingga pengukuran perubahan citra belum dilakukan secara sistematis. Penelitian ini menegaskan bahwa Duta Humas berperan sebagai pendukung komunikasi institusi, sedangkan evaluasi yang terukur diperlukan untuk memperkuat efektivitas pembentukan citra positif Universitas Malikussaleh.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Syahfitri et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: