Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Perkembangan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran digital mendorong pelaku usaha lokal memanfaatkan platform tersebut untuk membangun kesadaran merek. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran EIGER Lhokseumawe melalui Instagram dalam membangun brand awareness di kalangan mahasiswa Universitas Malikussaleh. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap enam informan, yaitu tiga pihak internal EIGER Lhokseumawe dan tiga mahasiswa pengguna aktif Instagram. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EIGER Lhokseumawe menerapkan strategi Integrated Marketing Communication melalui periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran interaktif, dan word of mouth. Periklanan disampaikan melalui foto, video, Reels, dan Highlight; promosi penjualan melalui informasi diskon dan program Buy More, Save More; hubungan masyarakat melalui penguatan citra merek outdoor; pemasaran interaktif melalui komentar, direct message, Story, dan polling; serta word of mouth melalui tag, mention, dan repost unggahan konsumen. Strategi tersebut mendukung brand recognition dan brand recall mahasiswa, meskipun posisi top of mind belum tercapai secara merata. Oleh karena itu, konsistensi publikasi konten, respons terhadap konsumen, dan penguatan interaksi digital perlu ditingkatkan agar kesadaran merek EIGER semakin kuat.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Doli et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: