Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan kesehatan siswa, namun implementasinya di lapangan menyisakan sejumlah tantangan yang berpotensi mengganggu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dampak negatif tersembunyi dari pelaksanaan program MBG terhadap dinamika belajar siswa di sekolah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 5 informan yang terdiri dari guru kelas, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: terjadinya fenomena food coma (kantuk berat setelah makan) yang menurunkan konsentrasi belajar pada jam pelajaran berikutnya, berkurangnya waktu efektif istirahat dan interaksi sosial siswa karena durasi pembagian makanan yang tidak efisien, serta munculnya ketergantungan atau penurunan motivasi belajar yang bergeser menjadi sekadar motivasi untuk makan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanpa manajemen waktu dan variasi menu yang tepat, program MBG dapat menjadi kontraproduktif terhadap capaian akademis siswa.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Agus Purwanto (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: