Self-medication is an effort made by individuals to manage health complaints independently using medications, including over-the-counter and limited over-the-counter medicines. The appropriate use of medications without medical supervision should be supported by adequate knowledge, age-related considerations, and economic conditions to ensure proper medication use. This study aimed to determine the influence of knowledge, age, and economic status on the use of limited over-the-counter medicines for self-medication among the community of Sawah Village, Saling District, Empat Lawang Regency. This study employed a quantitative method with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires, while data analysis included univariate, bivariate, and multivariate analyses using multinomial logistic regression. The results showed that knowledge, age, and economic status simultaneously had a statistically significant effect on the use of limited over-the-counter medicines for self-medication (Model Fitting Information, p<0.001). Partially, knowledge had a statistically significant effect on medication use (p=0.038), as did age (p=0.011), whereas economic status had an effect that was not statistically significant (p=0.062). Thus, knowledge and age were variables that had statistically significant partial effects on the use of limited over-the-counter medicines for self-medication. These findings highlight the need to improve public education regarding appropriate medication use to promote safe and rational self-medication practices. ABSTRAK Swamedikasi merupakan upaya masyarakat dalam menangani keluhan kesehatan secara mandiri dengan menggunakan obat, termasuk obat bebas terbatas. Penggunaan obat secara mandiri perlu didukung oleh pengetahuan, usia, dan kondisi ekonomi yang memadai agar penggunaan obat dilakukan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, usia, dan ekonomi terhadap penggunaan obat bebas terbatas sebagai swamedikasi pada masyarakat Desa Sawah, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik Multinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pengetahuan, usia, dan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penggunaan obat bebas terbatas sebagai swamedikasi (Model Fitting Information, p=0,001). Secara parsial, pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan obat bebas terbatas (p=0,038), usia berpengaruh signifikan (p=0,011), sedangkan ekonomi berpengaruh tetapi tidak signifikan (p=0,062). Dengan demikian, pengetahuan dan usia merupakan variabel yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap penggunaan obat bebas terbatas sebagai swamedikasi. Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya peningkatan edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat agar masyarakat dapat melakukan swamedikasi secara aman dan rasional.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Miranda et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: