Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna semantik dalam penamaan makanan tradisional Aceh serta hubungannya dengan karakteristik dan budaya masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber tertulis yang berkaitan dengan penamaan makanan tradisional Aceh, dengan objek kajian berupa Mie Aceh, Mie Caluk, Keumamah, dan Kue Seupet. Data dianalisis berdasarkan bahan, bentuk, ciri khas, proses pembuatan, asal daerah, dan nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan makanan tradisional Aceh tidak hanya berfungsi sebagai pembeda jenis makanan, tetapi juga mencerminkan identitas daerah, karakteristik masyarakat, kearifan lokal, dan tradisi. Dengan demikian, penamaan makanan tradisional Aceh menunjukkan hubungan yang erat antara bahasa, makanan, dan budaya.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Nabilah et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: