Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Pesantren-based schools represent an educational model that integrates formal schooling with pesantren values, traditions, and programs. Such manajemen; sekolah berbasis pesantren; daya saing; pendidikan Islam integration provides an alternative model of educational management in responding to community demands for education that emphasizes not only academic achievement but also character development and religious competence. This study aims to analyze the management of a pesantren-based school in improving competitiveness at SMP Sains Miftahul Huda Keringan Nganjuk, particularly in terms of planning, implementation, and evaluation. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants consisted of the principal, vice principals, treasurer, and students' parents, while secondary data were obtained from school documents and archives. Data credibility was established through prolonged participation and triangulation. The findings indicate that planning was conducted through the formulation of vision, mission, objectives, targets, the establishment of an implementation team, integrated curriculum development, and the determination of pesantren programs. Implementation was carried out through the division of regular and tahfidz classes, kitab kuning studies, information technology-based learning, paperless and cashless systems, soft-skill development, and the use of English as the medium of instruction in most subjects. Evaluation was conducted internally with the foundation and educational consultants and externally through BAN-S/M accreditation, educational reports, and parent satisfaction questionnaires. This management model contributes to school competitiveness through differentiation and focus strategies based on the integration of academic, religious, character, technological, and skills-oriented advantages. ABSTRAK Sekolah berbasis pesantren merupakan model pendidikan yang mengintegrasikan sistem pendidikan formal dengan nilai, tradisi, dan program kepesantrenan. Integrasi tersebut menjadi salah satu alternatif pengelolaan pendidikan dalam merespons tuntutan masyarakat terhadap pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguasaan keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen sekolah berbasis pesantren dalam meningkatkan daya saing di SMP Sains Miftahul Huda Keringan Nganjuk, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, serta orang tua siswa, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen dan arsip sekolah. Keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan melalui perumusan visi, misi, tujuan, sasaran, pembentukan tim pelaksana, penyusunan kurikulum integratif, serta penetapan program pesantren. Pelaksanaan diwujudkan melalui pembagian kelas reguler dan tahfidz, kajian kitab kuning, pembelajaran teknologi informasi, sistem paperless dan cashless, pengembangan soft skill, serta penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar pada sebagian besar mata pelajaran. Evaluasi dilakukan melalui mekanisme internal bersama yayasan dan konsultan serta evaluasi eksternal melalui akreditasi BAN-S/M, rapor pendidikan, dan kuesioner wali murid. Manajemen tersebut membentuk diferensiasi dan fokus sebagai strategi peningkatan daya saing sekolah melalui integrasi keunggulan akademik, keagamaan, karakter, teknologi, dan keterampilan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Muqorroba et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 10 related papers. Consider them for comparative context: