Answers are grounded in this paper and cite their sources.
The increasingly competitive environment among vocational schools requires educational institutions to implement effective marketing strategies to strengthen institutional competitiveness and public trust. This study aims to analyze the implementation of the 7P educational marketing mix strategy, identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation, and examine its implications for strengthening the competitiveness of SMK Al-Hikmah Anjatan. This research employed a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving eight informants consisting of the principal, vice principal, teachers, students, and parents. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while source and method triangulation were employed to ensure data credibility. The findings indicate that the school has implemented all elements of the 7P marketing mix, including product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence in an integrated manner. Superior educational programs, affordable tuition fees, strategic school location, digital promotion, competent human resources, effective educational services, and adequate facilities significantly contribute to increasing public interest. Supporting factors include leadership commitment, collaboration among school stakeholders, and community support, whereas limited promotional budgets and competition among vocational schools remain major challenges. Overall, the implementation of the 7P educational marketing strategy positively contributes to enhancing the school's image, increasing public trust, improving new student enrollment, and strengthening institutional competitiveness. ABSTRAK Persaingan antarlembaga pendidikan kejuruan yang semakin kompetitif menuntut sekolah untuk menerapkan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing institusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi manajemen pemasaran pendidikan berbasis bauran pemasaran 7P, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis implikasinya terhadap penguatan daya saing SMK Al-Hikmah Anjatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap delapan orang informan yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjamin kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran pendidikan telah mengintegrasikan seluruh unsur bauran pemasaran 7P, yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence secara terpadu. Program unggulan sekolah, biaya pendidikan yang terjangkau, lokasi sekolah yang mudah diakses, promosi melalui media digital dan hubungan masyarakat, kompetensi sumber daya manusia, pelayanan administrasi yang efektif, serta penyediaan sarana prasarana yang memadai menjadi faktor utama yang mendukung peningkatan minat masyarakat. Faktor pendukung implementasi strategi meliputi komitmen pimpinan, kerja sama seluruh warga sekolah, serta dukungan masyarakat, sedangkan keterbatasan anggaran promosi dan persaingan antarsekolah menjadi faktor penghambat. Implementasi strategi pemasaran berbasis 7P memberikan implikasi positif terhadap peningkatan citra sekolah, kepercayaan masyarakat, jumlah peserta didik baru, dan penguatan daya saing sekolah.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Hafid et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 10 related papers. Consider them for comparative context: