Why the study?
High incidence of coronary artery disease in Aceh increases healthcare costs, necessitating more efficient yet safe clinical procedures for post-PCI patients.
Does omitting routine APTT, PT, and INR testing prevent unnecessary procedures without increasing complications in stable post-PCI patients?
Does omitting routine APTT, PT, and INR testing prevent unnecessary procedures without increasing complications in stable post-PCI patients?
Omitting routine coagulation testing before femoral sheath removal in stable post-PCI patients is safe and can improve efficiency.
Tingginya angka kejadian penyakit jantung koroner di Indonesia, khususnya di Aceh, berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan kesehatan, termasuk oleh BPJS Kesehatan, sehingga diperlukan upaya untuk mengefektifkan prosedur klinis yang tetap aman dan berdampak signifikan bagi pasien. Di RSUD dr. Zainoel Abidin, seluruh pasien pasca-percutaneous coronary intervention (PCI) tetap menjalani pemeriksaan activated partial thromboplastin time (APTT), prothrombin time (PT), dan international normalized ratio (INR) sebelum tindakan pelepasan femoral sheath, tanpa mempertimbangkan kondisi hemodinamik. Sementara itu, di beberapa pusat layanan kardiovaskular seperti Rumah Sakit Narayana Hrudayalaya, India, pemeriksaan tersebut tidak rutin dilakukan pada pasien dengan kondisi hemodinamik stabil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek samping tindakan sheath removal femoral antara pasien yang dilakukan pemeriksaan APTT, PT, dan INR dengan pasien yang tidak dilakukan pemeriksaan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, yang dilaksanakan pada periode 12 Juni hingga 12 September 2023. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap efek samping sheath removal femoral antara kedua kelompok, baik setelah 6 jam (p=0,146) maupun setelah 24 jam (p=0,086). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pasien post PCI dengan kondisi hemodinamik stabil dan tanpa komplikasi, pemeriksaan APTT, PT, dan INR tidak diperlukan sebelum tindakan sheath removal femoral. Temuan ini menunjukkan bahwa prosedur dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa meningkatkan risiko efek samping, sehingga berpotensi meningkatkan kenyamanan pasien serta menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Nazari et al. (2026) studied Post-PCI with stable hemodynamics (n=30). Omission of routine APTT, PT, and INR testing vs. Routine APTT, PT, and INR testing was evaluated on Side effects of femoral sheath removal at 6 hours (mean REEDA score) (p=0.146).
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: