Program pendampingan masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal desa persiapan ngandel melalui tiga sektor utama: pemberdayaan pemuda, peningkatan literasi anak, dan penguatan nilai-nilai keagamaan masyarakat. Permasalahan awal yang dihadapi meliputi pemahaman nilai-nilai PAI pada Karang Taruna yang sebatas ritual formal, rendahnya minat baca serta wadah edukasi anak-anak, dan mengendornya budaya gotong royong warga. Metode pendampingan yang digunakan mencakup pendekatan Youth Circle, pelatihan kepemimpinan (character building), simulasi musyawarah (syura), pembentukan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)/TPA dan tutor sebaya, serta aksi sosial terpadu (Khadimul Ummah). Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kapasitas 20 anggota aktif Karang Taruna dalam etika komunikasi dan penyelesaian konflik internal, terciptanya kegiatan belajar gratis yang diikuti rutin oleh 20 anak desa dengan 1 TBM yang dikelola mandiri, serta terlaksananya 3 program sosial warga yang berhasil memperkuat hubungan ukhuwah dan gotong royong. Sinergi dari ketiga sektor ini membuktikan bahwa integrasi nilai keagamaan, literasi, dan pemberdayaan pemuda mampu menciptakan ekosistem desa yang mandiri, berkarakter, dan berkelanjutan
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Rohman et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: