Key result
Community screening reveals hypertension in ~62% of elderly participants.
Why the study?
Non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus are common in the elderly due to physiological decline with aging, necessitating improved knowledge and monitoring in this population.
Cross-Sectional (n=55)
A community-based education and screening program successfully identified a high prevalence of undiagnosed hypertension and ABI abnormalities among the elderly, emphasizing the need for continuous community health monitoring.
Small observational screening warrants no practice change; leaves open generalizability of hypertension prevalence in elderly.
Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok dengan usia lebih dari 60 tahun, kelompok lansia akan mengalami penurunan derajat kesehatan baik secara alamiah maupun akibat penyakit. Penyakit tidak menular banyak muncul pada usia lanjut karena penurunan fungsi fisiologis akibat proses penuaan. Penyakit tidak menular pada lansia diantaranya hipertensi, diabetes melitus, stroke dan rematik. Tujuan dari pengabdian masyrakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan lansia tentang Hipertensi dan diabetes militus, serta melakukan monitoring tekanan darah, pengecekan gula darah, dan perubahan pada nilai ABI pada lansia. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan diawali kegiatan penyuluhan tentang hipertensi dan diabetes militus, dilanjutkan dengan mendemonstrasikan senam hipertensi dan diabetes militus, dilanjutkan pengukuran tekanan darah, kadar glukosa darah dan pengukuran ABI, Hasil pemeriksaan berdasarkan tingkat hipertensi lebih dari setengahnya lansia terkategori hipertensi tingkat satu 11 lansia (20%) dan tingkat dua sebanyak 23 lansia (42%)., sedangkan berdasarkan kadar glukosa darah setengahnya terkategori normal sebanyak 37 lansia (67%). Sedangkan di dapat 14 (25%) lansia nilai ABI ringan, 11 (20%) lansia nilai ABI sedang, dan 16 (30%) lansia dengan nilai ABI berat. Berdasarkan hasil evaluasi umum dari intervensi yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini setelah di evaluasi didapatkan hasil bahwa sebagian besar lansia memahami dan termotivasi untuk peduli terhadap pencegahan hipertensi dan Diabetes militus. Saran selanjutnya agar kegiatan ini terus berlanjut maka diperlukan penguatan pada para kader posyandu untuk terus memberikan pengetahuan cara mencegah hipertensi dan biabetes militus menggunakan pengukuran nilai ABI Kata kunci: lansia, hipertensi, diabetes militus,
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Agus Priyanto (2025) conducted a cross-sectional in Hypertension and Diabetes Mellitus (n=55). Health screening and education was evaluated on Blood pressure, blood glucose, and Ankle-Brachial Index (ABI) levels. A community screening of 55 elderly participants found that 62% had hypertension (20% stage 1, 42% stage 2) and 67% had normal blood glucose.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: