Key result
Higher physical activity correlates moderately with blood pressure category in hypertensive patients.
Why the study?
Physical activity is a modifiable risk factor in hypertension management, but many hypertensive patients at Puskesmas Kayon Palangka Raya have not adopted an active lifestyle.
Does physical activity level correlate with blood pressure control in hypertensive patients?
Cross-Sectional (n=53)
No
Does physical activity level correlate with blood pressure control in hypertensive patients?
Effect estimate: Spearman's rho 0.402
p-value: p=0.003
Higher levels of physical activity are significantly correlated with better blood pressure categories in hypertensive patients, supporting lifestyle modifications.
Supports activity-BP association in hypertension; leaves open causality and practice implications from cross-sectional data.
Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya sering tidak disadari, namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam penanganan hipertensi adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang teratur terbukti membantu menurunkan tekanan darah melalui peningkatan elastisitas pembuluh darah dan efisiensi kerja jantung. Namun, masih banyak penderita hipertensi yang belum menerapkan pola hidup aktif, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya. Contoh aktivitas yaitu, aktivitas fisik di waktu luang, aktivitas donastik dan berkebun, aktivitas fisik terkait kerja, aktivitas fisik terkait transportasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 53 orang penderita hipertensi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang dan tekanan darah pada kategori hipertensi derajat 1. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai signifikansi p = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Kayon Palangka Raya. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya promosi kesehatan terkait aktivitas fisik untuk mengendalikan tekanan darah secara non-farmakologis.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Pasaribu et al. (2026) conducted a cross-sectional in Hypertension (n=53). Physical activity was evaluated on Correlation between physical activity levels and blood pressure categories (Spearman's rho 0.402, p=0.003). There was a significant moderate positive correlation between physical activity levels and blood pressure categories in hypertensive patients (Spearman's rho 0.402, p=0.003).
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: