Key result
Elderly hypertension care relies primarily on dual therapy, with ~76% reporting no side effects.
Why the study?
Hypertension is common in the elderly and requires long-term pharmacological therapy considering patient condition, drug effectiveness, and Islamic principles of halal and thayyib.
Cross-Sectional (n=97)
No
In an Indonesian primary care setting, elderly hypertensive patients are most commonly treated with combinations of Amlodipine and Captopril, demonstrating both clinical guideline adherence and alignment with Islamic halalan thayyiban principles.
Supports CCB-based regimens with low adverse events in elderly hypertension; leaves open prospective outcome validation across settings.
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada lansia dan memerlukan terapi farmakologis jangka panjang. Pemilihan jenis dan kombinasi obat antihipertensi harus mempertimbangkan kondisi pasien, efektivitas obat, serta aspek kehalalan dan kemanfaatan (halal dan thayyib) menurut ajaran Islam. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, untuk menganalisis data rekam medis pasien lansia hipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada periode Januari–Juni 2024. Sampel penelitian berjumlah 97 pasien lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Pasien perempuan lebih dominan (63,92%). Kelompok usia terbanyak adalah 60–70 tahun (58,76%). Penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh golongan CCB (Amlodipin 46,63%), diikuti furosemid (20,22%) dan captopril (19,13%). Pola terapi paling banyak adalah kombinasi dua obat (49,48%), terutama Amlodipin + Captopril. Efek samping yang dilaporkan mencakup hipotensi (6,19%), pusing (4,12%), batuk dan edema perifer (masing-masing 3,09%), serta 76,4% pasien tidak mengalami efek samping. Dari tinjauan Islam, obat-obatan yang digunakan telah sesuai prinsip halal dan thayyib karena tidak mengandung unsur haram dan bermanfaat bagi kesehatan, serta diberikan dengan dosis yang sesuai dan diawasi penggunaannya. Kesimpulan: Penerapan terapi antihipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada pasien lansia didominasi oleh kasus hipertensi stadium 1 kemudian Hipertensi Sistolik Terisolasi (ISH) dan disusul oleh hipertensi stadium 2. Pendekatan pengobatan ini mengacu pada pedoman klinis yang berlaku dan juga selaras dengan nilai-nilai syariah, khususnya prinsip hifzh an-nafs (menjaga jiwa) serta konsep halalan thayyiban dalam pengobatan. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Antihipertensi, Efek Samping, Halal, Thayyib, Islam.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Rofiqoh et al. (2026) conducted a cross-sectional in Hypertension (n=97). Antihypertensive therapy was evaluated on Pattern of antihypertensive drug use and side effects. Antihypertensive therapy in 97 elderly patients was dominated by calcium channel blockers (46.63%) and two-drug combinations (49.48%), with 76.4% of patients experiencing no side effects.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: