Key result
Low physical activity and frequent ultra-processed food intake are linked to higher hypertension risk.
Why the study?
Hipertensi prevalensinya meningkat pada pra lansia yang mengalami perubahan fisiologis dan penurunan elastisitas pembuluh darah, dengan aktivitas fisik rendah dan konsumsi pangan ultra-proses sebagai faktor risiko penting.
Are physical activity levels and ultra-processed food consumption habits associated with the incidence of hypertension in pre-elderly individuals?
Cross-Sectional (n=154)
No
Are physical activity levels and ultra-processed food consumption habits associated with the incidence of hypertension in pre-elderly individuals?
p-value: p=0.034 (physical activity); 0.013 (ultra-processed food)
Low physical activity and frequent consumption of ultra-processed foods are significantly associated with a higher prevalence of hypertension among pre-elderly adults in Indonesia.
Should not yet change practice; leaves open causality and needs prospective confirmation in pre-elderly adults.
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Peningkatan prevalensi hipertensi banyak ditemukan pada kelompok pra lansia (usia 45–59 tahun) yang mulai mengalami perubahan fisiologis dan penurunan elastisitas pembuluh darah. Faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik yang rendah serta kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses diketahui berperan penting dalam meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Pangan ultra-proses umumnya mengandung kadar garam, gula, dan lemak tinggi yang dapat memengaruhi tekanan darah melalui mekanisme retensi natrium dan resistensi insulin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di Puskesmas Tanah 600 Marelan. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik probability sampling dengan metode proportionate random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kejadian hipertensi (p-value = 0,034 < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses dan kejadian hipertensi (p-value = 0,013 < 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik dan kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada pra lansia. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat, khususnya kelompok pra lansia, aktif mengikuti kegiatan posyandu, meningkatkan aktivitas fisik secara teratur, serta menerapkan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi pangan ultra-proses guna menjaga tekanan darah tetap terkendali.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Jairani et al. (2025) conducted a cross-sectional in Hypertension (n=154). Physical activity and ultra-processed food consumption vs. Reference exposure groups (e.g., heavy physical activity, rare ultra-processed food consumption) was evaluated on Incidence of hypertension (p=0.034 (physical activity); 0.013 (ultra-processed food)). Lower physical activity and frequent ultra-processed food consumption were significantly associated with an increased incidence of hypertension among pre-elderly adults.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: