This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia dan memerlukan manajemen diri yang disiplin untuk mencegah komplikasi. Lansia sering kali mengalami hambatan dalam memahami edukasi kesehatan konvensional akibat penurunan fungsi kognitif dan sensorik. Media audiovisual hadir sebagai sarana edukasi yang dinilai lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku kesehatan pada kelompok usia lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode edukasi melalui media audiovisual terhadap peningkatan manajemen diri (self- management) lansia penderita hipertensi di Puskesmas Sindangkerta. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Puskesmas Sindangkerta dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner manajemen diri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor manajemen diri lansia. Rata-rata skor manajemen diri sebelum diberikan edukasi (pre-test) adalah sebesar 46,33 dan meningkat secara drastis setelah intervensi (post-test) menjadi 86,55. Hasil uji statistik Paired Sample T-Test memperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi melalui media audiovisual terhadap manajemen diri lansia. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan manajemen diri lansia penderita hipertensi di Puskesmas Sindangkerta. Pihak puskesmas disarankan untuk mengoptimalkan penggunaan media edukasi kreatif seperti video audiovisual dalam program promosi kesehatan bagi penderita penyakit kronis guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Azahra et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: