Key result
Video-based education improves hypertension self-care behavior scores by ~13 points.
Why the study?
Lack of effective education leads to suboptimal self-care behavior in patients with hypertension requiring ongoing management.
Does video-based education improve self-care behavior in hypertensive patients?
Does video-based education improve self-care behavior in hypertensive patients?
Absolute Event Rate: 54% vs 41.1%
p-value: p=<0.001
A 60-minute video-based education session significantly improved self-reported self-care behavior scores in patients with hypertension.
May support video-based education for hypertension self-care; hypothesis-generating and requires randomized confirmation before practice change.
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan. Salah satu faktor penting dalam pengendalian hipertensi adalah perilaku self-care yang meliputi kepatuhan minum obat, diet rendah garam, aktivitas fisik, monitoring tekanan darah, dan manajemen stres. Kurangnya edukasi yang efektif dapat menyebabkan perilaku self-care pasien belum optimal. Video based education merupakan salah satu media edukasi audiovisual yang dapat membantu pasien memahami dan menerapkan informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video based education terhadap perilaku self-care pada pasien hipertensi di Klinik Hakim Medika Pandanwangi Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku self-care sebanyak 20 pernyataan dengan skala Likert 1–4. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan video based education, sebagian besar responden memiliki perilaku self-care dalam kategori kurang sebanyak 20 responden (52,6%), kategori cukup sebanyak 16 responden (42,1%), dan kategori baik sebanyak 2 responden (5,3%). Setelah diberikan video based education, perilaku self-care kategori cukup menjadi 20 responden (52,6%), kategori baik 12 responden (31,6%), dan kategori kurang 6 responden (15,8%). Rata-rata skor perilaku self-care meningkat dari 41,1 ± 8,97 menjadi 54,0 ± 10,77. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh video based education terhadap perilaku self-care pada pasien hipertensi di Klinik Hakim Medika Pandanwangi Lumajang. Video based education dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan perilaku self-care pasien hipertensi.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Putri et al. (2026) studied Hypertension (n=38). Video-based education vs. Baseline (pre-intervention) was evaluated on Self-care behavior score (p=<0.001). Video-based education significantly improved the mean self-care behavior score from 41.1 to 54.0 (p < 0.001) in patients with hypertension.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: