Key result
Smoking and low physical activity are linked to incident hypercholesterolemia, with smoking the strongest driver.
Why the study?
Risk factors associated with the occurrence of hypercholesterolemia at RSUD Dr Pirngadi Kota Medan were not well characterized.
Do lifestyle risk factors (smoking, obesity, physical activity) increase the incidence of hypercholesterolemia in adult outpatients?
Cross-Sectional (n=48)
No
Do lifestyle risk factors (smoking, obesity, physical activity) increase the incidence of hypercholesterolemia in adult outpatients?
Smoking and physical activity levels are significant risk factors for developing hypercholesterolemia in Indonesian internal medicine outpatients.
Should not yet change practice; hypothesis-generating for smoking and activity links to hypercholesterolemia, requiring prospective confirmation.
Hiperkolesteromia adalah kondisi saat konsentrasi kolesterol di dalam darah melebihi batas normal. Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme yang terjadi secara primer atau sekunder akibat berbagai penyakit yang dapat berkontribusi terhadap berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit kardiovaskuler. Hiperkoleterolemia berhubungan erat dengan hyperlipidemia dan hiperlipoproteinemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar resiko faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyaki Hiperkolesterolemia di RSUD Dr Pirngadi Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi analitik, dengan desain cross sectional. Dari hasil perhitungan sampel diatas maka dapat disimpulkan bahwa jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 responden. Sampel diambil dengan cara menggunakan tehnik accidental sampling yaitu pasien rawat jalan dan berobat kepoli penyakit dalam yang terdiagnosa penyakit hiperkolesterolemia di RSUD Dr Pirngadi kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hiperkolesterolemia. Tidak ada hubungan obesitas dengan kejadian hiperkolesterolemia. Ada hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hiperkolesterolemia.Kebiasaan merokok adalah faktor yang paling mempengarui kejadian hiperkolesterolemia di RS Dr Pirngadi tahun 2018. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan kepada pasien yang mengalami hiperkolesterolemia terkhusus untuk pasien yang belum mengalami hiperkolesterolemia sehingga peningkatan HDL dalam tubuh dapat dicegah sejak dini.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
moris delmi hawa (2026) conducted a cross-sectional in Hypercholesterolemia (n=48). Smoking habits vs. Non-smoking was evaluated on Incidence of hypercholesterolemia. Smoking and physical activity levels were significantly associated with the incidence of hypercholesterolemia, with smoking identified as the most influential risk factor.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: