Kacang tanah merupakan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat pedesaan karena berperan sebagai sumber pangan dan pendapatan rumah tangga petani. Kampung Susumuk, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya memiliki potensi pengembangan kacang tanah, namun produktivitas dan pemasaran masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi produksi kacang tanah serta pengaruh produksi dan pemasaran terhadap pendapatan petani lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan regresi linear berganda. Sebanyak 36 petani kacang tanah berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Data penelitian dihimpun menggunakan teknik wawancara, pengamatan lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap petani mengelola lahan dengan luas rata-rata 329,17 m² dan mampu menghasilkan produksi kacang tanah rata-rata sebesar 112,28 kg pada setiap musim tanam. Rata-rata pendapatan bersih petani mencapai Rp1.778.139 per musim. Sistem pemasaran yang dominan dilakukan melalui pasar lokal, sedangkan sebagian petani masih bergantung pada pengepul. Hasil analisis menunjukkan produksi dan pemasaran memberikan pengaruh positif terhadap pendapatan petani. Peningkatan produktivitas melalui teknologi budidaya, penguatan kelembagaan petani, dan perluasan akses pasar menjadi strategi penting dalam pengembangan agribisnis kacang tanah di Kampung Susumuk.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Saa et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: