Peralihan usaha tani dari karet ke kelapa sawit merupakan fenomena yang banyak terjadi di Kabupaten Sijunjung, khususnya di Nagari Sungai Lansek, sebagai respons terhadap perubahan kondisi sosial, ekonomi,dan lingkungan. Namun demikian, keputusan petani untuk melakukan peralihan usaha tani tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor ekonomi, melainkan juga oleh berbagai faktor lainnya. Penelitian ini disusun guna mengungkap faktor-faktor yang berperan terhadap keputusan petani beralih dari karet ke kelapa sawit serta mengidentifikasinya secara parsial maupun simultan. Dengan pendekatan kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 21 petani yang telah beralih ke kelapa sawit, lalu diolah menggunakan regresi linier berganda yang mencakup uji t, uji F serta koefisien determinasi. Dari lima variabel yang diuji, hanya akses informasi dan teknologi yang terbukti berpengaruh secara parsial (signifikansi 0,019), sementara faktor ekonomi, sosial budaya, teknis-lingkungan, serta kebijakan-kelembagaan tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Ketika diuji secara bersama-sama, kelima faktor tersebut justru signifikan (F hitung 4,762; signifikansi 0,008), dengan kontribusi yang menjelaskan sekitar 48,5% keragaman keputusan petani (Adjusted R Square 0,485), sedangkan sisanya dipengaruhi unsur di luar model. Sementara 51,5% lainnya ditentukan oleh faktor di luar model. Artinya, keputusan beralih komoditas lahir dari kombinasi berbagai faktor, sehingga diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih komprehensif dalam mendukung peralihan usaha tani.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sukri et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: