Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, kelayakan finansial, dan kendala usaha budidaya ikan lele dengan metode kolam terpal di Desa Kedungsugih, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan survei terhadap 10 pembudidaya. Analisis dilakukan menggunakan R/C Ratio, Break Even Point (BEP), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya produksi sebesar Rp21.508.000 per siklus (3 bulan), dengan biaya variabel Rp21.008.000 dan biaya tetap Rp500.000. Rata-rata volume panen sebesar 1.698 kg dengan tingkat kelangsungan hidup 84,9% dan harga jual Rp17.000/kg, sehingga penerimaan mencapai Rp28.866.000 dan pendapatan bersih Rp7.358.000 per siklus. Nilai R/C Ratio sebesar 1,34 menunjukkan usaha layak dan efisien. Nilai BEP harga Rp12.666/kg dan BEP volume 108 kg, sedangkan Payback Period sebesar 1,63 siklus atau sekitar 5 bulan. Kendala utama adalah tingginya biaya pakan serta pengelolaan kualitas air dan penggunaan probiotik serta listrik. Dengan demikian, usaha budidaya ikan lele metode kolam terpal di Desa Kedungsugih dinyatakan sangat layak secara finansial.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Bashar et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: