Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Pembelajaran kimia di tingkat SMA umumnya masih didominasi oleh bahan ajar cetak yang menekankan penyampaian konsep secara abstrak tanpa mengaitkannya dengan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Kondisi ini membuat proses belajar kurang bermakna, terutama di daerah Kepulauan Riau yang memiliki potensi maritim besar namun belum dimanfaatkan sebagai konteks dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berupa E-LKPD interaktif berbantuan Google Sites yang didukung kasus kemaritiman pada materi termokimia. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), dengan melibatkan guru kimia dan peserta didik kelas XI SMA sebagai subjek. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai bahan ajar, baik dari segi isi, penyajian, maupun kemudahan penggunaannya dalam mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini mengintegrasikan konteks kemaritiman lokal dalam E-LKPD interaktif yang didesain dengan bantuan Google Sites. Hal ini tidak hanya menjadikan pembelajaran termokimia lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan peserta didik di wilayah pesisir, tetapi juga membuka peluang penerapan pembelajaran berbasis potensi lokal yang bersifat digital dan interaktif.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Adisaputra et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 10 related papers. Consider them for comparative context: