Tingginya frekuensi laporan gangguan yang harus ditangani oleh Divisi Gangguan PT PLN (Persero) ULP Jonggol serta tuntutan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan berpotensi memengaruhi work-life balance dan meningkatkan risiko burnout pegawai. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaksanaan tugas Divisi Gangguan karena kinerja pegawai memiliki peran penting dalam mendukung kualitas pelayanan kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Work-Life Balance dan Burnout terhadap Kinerja Pegawai Divisi Gangguan PT PLN (Persero) ULP Jonggol baik secara parsial maupun simultan, menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan konklusif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Divisi Gangguan PT PLN (Persero) ULP Jonggol sebanyak 57 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan burnout berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kedua variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Divisi Gangguan PT PLN (Persero) ULP Jonggol dengan nilai koefisien determinasi sebesar 27,8%. Artinya, work-life balance dan burnout secara simultan mampu menjelaskan variasi kinerja pegawai sebesar 27,8%, sedangkan sisanya sebesar 72,2% belum dijelaskan oleh variabel dalam model. Berdasarkan hasil penelitian, PT PLN (Persero) ULP Jonggol disarankan melakukan evaluasi distribusi beban kerja dan pemantauan kondisi pegawai secara berkala, disertai edukasi mengenai manajemen stres untuk mendukung work-life balance dan mencegah burnout.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Liana et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: