Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi. Kinerja pegawai dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (Work-Life Balance) serta kondisi kelelahan kerja (Burnout). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Work-Life Balance (X₁) dan Burnout (X₂) terhadap kinerja pegawai (Y) Generasi Z pada Kantor Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 41 pegawai Generasi Z dan seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 26 melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian, Work-Life Balance (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y), dengan nilai t hitung sebesar 4,011 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sementara itu, Burnout (X₂) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y), dengan nilai t hitung sebesar 0,279 dan nilai signifikansi 0,781 > 0,05. Secara simultan, Work-Life Balance (X₁) dan Burnout (X₂) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y), dengan nilai F hitung sebesar 8,222 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 30,2% menunjukkan bahwa kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh Work-Life Balance dan Burnout, sedangkan 69,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Amanah et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: