Pasar properti urban di Indonesia khusunya area Jabodetabek mengalami pergeseran paradigma akibat kebutuhan akan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi massal. Pengembang properti dalam menanggapi tren ini mengembangkan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik atau yang dikenal dengan Transit Oriented Development (TOD). Namun, masalah utama masih terkait dengan pemahaman tentang niat pembelian konsumen yang masih kurang berdasarkan demografi & behavioral. Dengan menggabungkan variabel demografi (usia dan penghasilan) dan variabel behavioral (manfaat terhadap investasi) ke dalam model analisa prediksi yang didasarkan pada Social Cognitive Theory didukung Theory of Planned Behavior menggunakan formula Lemeshow yang dikalkulasi serta digambarkan dengan grafik Anova, dimana penelitian ini bertujuan untuk menemukan mekanisme kognitif yang memengaruhi niat beli hunian berkonsep TOD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian terdiri atas konsumen aktual dan prospektif dari lima proyek TOD khususnya di area stasiun LRT di Jabodetabek pada kuartal I 2026. Hasil penelitian ini diharapkan menunjukkan pola kognitif berbeda antar segmen usia, lapisan pendapatan dan nilai investasi terhadap minat beli properti TOD. Temuan utamanya akan memperjelas segmen konsumen mana yang paling responsif terhadap personalisasi strategi pemasaran dan merekomendasikan langkah praktis bagi pengembang hunian TOD pada umumnya, untuk meningkatkan omset penjualan dan variabel dasar apa yang harus diperhatikan untuk purchase intention customer. Selain memberikan kontribusi teoretis berupa integrasi Social Cognitive Theory didukung Theory of Planned Behavior dengan teknik prediktif dalam riset properti, penelitian ini juga menghadirkan kerangka kerja segmentasi yang aplikatif bagi pengembang lain di Indonesia. Dengan demikian, temuan ini tidak hanya menambah literatur mengenai Analisa Prediksi di real estate, tetapi juga mendukung implementasi strategi pemasaran berbasis data yang lebih efisien.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Wicaksana et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: