Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja guru dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi di Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Populasi penelitian terdiri atas 166 guru SAIM sebagai responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru. Namun, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja guru. Sebaliknya, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru di SAIM lebih banyak berlangsung melalui kepuasan kerja sebagai mekanisme yang menghubungkan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi dengan kinerja guru. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru perlu diarahkan tidak hanya pada penguatan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi, tetapi juga pada upaya menciptakan kepuasan kerja yang tinggi. Oleh karena itu, manajemen SAIM perlu mempertahankan kepemimpinan yang komunikatif, inspiratif, dan suportif serta budaya organisasi yang kolaboratif, terbuka, dan selaras dengan nilai-nilai sekolah untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan dan kinerja guru.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Astutik et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: