Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi, budaya organisasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi di PT Canayu Telaga Pratama Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Seluruh populasi sebanyak 70 karyawan dijadikan sampel melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan dengan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan bootstrapping 5.000 subsampel. Kompetensi (β = 0,283), budaya organisasi (β = 0,388), dan motivasi kerja (β = 0,261) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kompetensi berpengaruh langsung terhadap kinerja (β = 0,235; p = 0,029), sedangkan budaya organisasi dan motivasi kerja tidak signifikan secara langsung. Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (β = 0,415; p < 0,001) serta memediasi secara parsial pengaruh kompetensi dan secara penuh pengaruh budaya organisasi serta motivasi kerja. Model menjelaskan 50,3% variasi kepuasan kerja dan 54,1% variasi kinerja. Temuan menegaskan pentingnya kepuasan kerja sebagai jalur penghubung faktor individu dan organisasi dengan kinerja.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Djami et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: