Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Utara, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya kinerja pegawai yang diduga disebabkan oleh belum optimalnya kompetensi dan motivasi kerja pegawai dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan dan aset daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda dengan bantuan pengolahan data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (t-hitung 2,477 > t-tabel 2,007; sig. 0,017 < 0,05); (2) Motivasi Kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (t-hitung 1,772 < t-tabel 2,007; sig. 0,082 > 0,05); (3) Kompetensi dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (F-hitung 4,359 > F-tabel 3,175; sig. 0,018 < 0,05), dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,144 yang berarti kedua variabel bebas mampu menjelaskan 14,4% variasi Kinerja Pegawai, sedangkan 85,6% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Kesimpulannya, peningkatan kompetensi pegawai perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai, dengan tetap memperhatikan aspek motivasi kerja secara berkelanjutan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Rasikin et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: