Kinerja pegawai merupakan unsur penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan keuangan daerah, khususnya pada organisasi publik yang menghadapi tuntutan akuntabilitas, ketepatan, dan penyelesaian pekerjaan sesuai tenggat waktu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh psychological well-being dan work engagement terhadap kinerja karyawan serta menguji peran perceived organizational support sebagai variabel moderasi pada pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert. Populasi penelitian berjumlah 230 pegawai, sedangkan sampel sebanyak 146 responden ditentukan berdasarkan perhitungan ukuran sampel dan dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan verifikatif menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 3. Hasil deskriptif menunjukkan psychological well-being dan work engagement berada pada kategori kurang baik, sedangkan perceived organizational support dan kinerja karyawan berada pada kategori baik. Hasil pengujian menunjukkan psychological well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (β = 0,393; t = 7,575; p < 0,001), demikian pula work engagement (β = 0,305; t = 6,293; p < 0,001). Perceived organizational support memoderasi secara positif hubungan psychological well-being dengan kinerja (β interaksi = 0,141; t = 3,113; p = 0,002) serta hubungan work engagement dengan kinerja (β interaksi = 0,132; t = 1,978; p = 0,048). Model menjelaskan 81,6% variasi kinerja karyawan (R² = 0,816). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kesejahteraan psikologis, keterikatan kerja, dan dukungan organisasi secara terpadu untuk meningkatkan kinerja pegawai.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Imam et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: