Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Untuk mewujudkan ASN yang profesional, kompeten, dan berintegritas, diperlukan strategi pengembangan sumber daya aparatur yang efektif dan berkelanjutan. Namun, pengembangan ASN di lingkungan pemerintah daerah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, belum optimalnya perencanaan kompetensi, dan evaluasi pengembangan yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan sumber daya ASN, mengidentifikasi bentuk-bentuk pengembangan yang dilaksanakan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengembangan ASN pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan landasan teori mengenai Aparatur Sipil Negara, pengembangan sumber daya manusia aparatur, strategi pengembangan ASN, dan sistem merit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan ASN dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, pengembangan karier, pembinaan sikap dan budaya organisasi, serta evaluasi kinerja. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan dan dukungan kebijakan pemerintah, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan anggaran dan belum optimalnya analisis kebutuhan kompetensi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan ASN yang terencana dan berkelanjutan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas kinerja aparatur di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Subulussalam.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Maula et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: