Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi, interaksi, dan promosi di berbagai bidang, termasuk pengembangan wisata budaya. Instagram menjadi salah satu media digital yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata budaya kepada masyarakat secara lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial Instagram (@disbudparsala3) sebagai media interaksi dan pengembangan wisata budaya Museum Salatiga serta mengidentifikasi fungsi Instagram dalam membangun komunikasi dua arah antara pengelola dan publik. Penelitian ini menggunakan perspektif Computer-Mediated Communication (CMC) untuk memahami proses komunikasi yang berlangsung melalui media digital, khususnya melalui penyampaian pesan, interaktivitas, respons komunikasi, dan keberlanjutan pertukaran pesan. Fokus penelitian diarahkan pada penyajian konten mengenai Museum Salatiga, interaksi melalui kolom komentar dan pesan langsung (direct message), serta respons pengelola terhadap pertanyaan dan tanggapan masyarakat. Melalui perspektif CMC, Instagram dipahami tidak hanya sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai ruang komunikasi digital yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi antara pengelola dan publik. Pemanfaatan Instagram berpotensi mendukung pengenalan sejarah, koleksi, dan nilai budaya Museum Salatiga sehingga dapat meningkatkan pengetahuan serta ketertarikan masyarakat terhadap wisata budaya. Namun, efektivitasnya bergantung pada kualitas konten, konsistensi pengelolaan akun, serta keaktifan dan keberlanjutan interaksi antara pengelola dan pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemanfaatan media sosial dalam mendukung komunikasi publik dan pengembangan wisata budaya Museum Salatiga. Kata Kunci: Instagram, Computer-Mediated Communication (CMC), Interaksi Digital, Wisata Budaya, Museum Salatiga.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Aziz et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: