This study examines the relationship between mathematical problem-solving ability and learning motivation among fourth-grade students studying solid geometry at SDN Transabangdep. The study was motivated by the need to understand the association between students’ readiness to solve mathematical problems and their willingness to engage in learning activities. A quantitative approach with a descriptive correlational design was employed. All 22 fourth-grade students participated as respondents through a saturated sampling technique. Data were collected using a mathematical problem-solving ability questionnaire and a learning motivation questionnaire, each comprising four indicators rated on a scale of 1–4. The data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rank correlation because the normality test indicated that the data were not normally distributed. The results revealed a very strong, positive, and statistically significant relationship between the two variables, with a correlation coefficient of ρ = 0.821 and a p-value of p < 0.001. These findings indicate that students with higher learning motivation tend to demonstrate better mathematical problem-solving ability in solid geometry. The study highlights the association between motivational factors and students’ mathematical abilities, although the correlational design does not establish a causal relationship. Therefore, teachers may consider students’ learning motivation when designing mathematics instruction that supports the development of problem-solving skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dan motivasi belajar siswa kelas IV pada materi bangun ruang di SDN Transabangdep. Kajian ini berangkat dari perhatian terhadap keterkaitan aspek kognitif dan motivasional dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 22 orang dilibatkan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket motivasi belajar, yang masing-masing mencakup empat indikator dengan skala skor 1–4. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif dan korelasi rank Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dan motivasi belajar siswa, dengan koefisien korelasi sebesar ρ = 0,821 dan nilai p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa dengan motivasi belajar lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih baik pada materi bangun ruang. Dengan demikian, motivasi belajar berkaitan erat dengan kemampuan pemecahan masalah matematis, meskipun desain korelasional penelitian ini tidak dapat memastikan hubungan sebab-akibat. Hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang memperhatikan aspek kemampuan kognitif dan motivasi belajar siswa.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Yulianingtyas et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: