Multimodal literacy in early childhood develops through interactions among written text, images, sounds, digital technologies, and social communication. Understanding the contributions of different media is essential for supporting children’s emergent literacy development. This study aimed to analyze research trends in multimodal literacy and synthesize the contributions of digital storytelling, interactive picture books, and shared reading to emergent literacy in early childhood. A systematic literature review was conducted using publications from 2016 to 2026 retrieved from Scopus, the Directory of Open Access Journals (DOAJ), and Google Scholar. Literature selection was based on topic relevance, participants’ age, publication year, and the availability of research findings. Studies meeting the eligibility criteria were analyzed to identify recurring themes and research outcomes. The synthesis indicated that vocabulary development, narrative skills, phonological awareness, print knowledge, reading comprehension, and meaning-making were frequently examined aspects of emergent literacy. The potential benefits of literacy media were not determined solely by whether the format was digital or print-based, but also by media design, multimodal features, children’s developmental stages, learning objectives, and adult guidance. These findings suggest that supporting emergent literacy in early childhood requires the integration of developmentally appropriate media and responsive pedagogical interactions. Educators should therefore provide literacy experiences that encourage dialogue, interpretation, and active child participation. ABSTRAK Literasi multimodal pada anak usia dini berkembang melalui interaksi antara teks tertulis, gambar, suara, teknologi digital, dan komunikasi sosial. Pemahaman mengenai kontribusi berbagai bentuk media tersebut penting untuk mendukung perkembangan literasi awal anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren penelitian literasi multimodal serta menyintesis kontribusi digital storytelling, buku cerita bergambar interaktif, dan membaca bersama terhadap perkembangan literasi awal anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis terhadap publikasi tahun 2016–2026 yang ditelusuri melalui basis data Scopus, Directory of Open Access Journals (DOAJ), dan Google Scholar. Seleksi literatur didasarkan pada relevansi topik, usia peserta, tahun publikasi, dan ketersediaan temuan penelitian. Literatur yang memenuhi kriteria kelayakan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi tema dan hasil penelitian yang berulang. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perkembangan kosakata, keterampilan naratif, kesadaran fonologis, pengetahuan tentang tulisan, pemahaman bacaan, dan pembentukan makna merupakan aspek literasi awal yang sering dikaji. Potensi manfaat media tidak hanya ditentukan oleh format digital atau cetak, tetapi juga oleh desain media, karakteristik multimodal, tahap perkembangan anak, tujuan pembelajaran, dan pendampingan orang dewasa. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan literasi anak usia dini perlu mengintegrasikan pemilihan media yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak dan interaksi pedagogis yang responsif. Oleh karena itu, pendidik perlu menyediakan pengalaman literasi yang mendorong dialog, interpretasi, dan keterlibatan aktif anak.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Siti Maryam (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: