Early reading skills provide a foundation for literacy development in young children. However, some children still struggle to recognize letter symbols, connect letters with their sounds, and match pictures with words. This situation highlights the need for interactive learning media. This study aimed to develop BINTAR (Belajar Interaktif Anak Pintar), a Wordwall-based digital learning medium, assess its feasibility, and describe its use in early reading activities at TK PGRI 2 Wagir Malang. The study employed a research and development method using the ADDIE model, comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observation, expert-validation questionnaires, and documentation. Trials involved a small group of three children and a larger group of 13 children. Validation results yielded a score of 55 out of 60, or 91.67%, from the media expert and 25 out of 36, or 69.44%, from the content expert. Observations revealed varied performance in letter-symbol recognition and reading simple words, while picture-word matching still required further support. These findings suggest that BINTAR may serve as an interactive alternative for supporting early reading through play-based activities and teacher guidance. However, its effectiveness in improving children’s early reading skills remains unconfirmed and requires further investigation using structured measurements. ABSTRAK Kemampuan pra-membaca merupakan dasar bagi perkembangan literasi anak usia dini. Namun, sebagian anak masih mengalami kesulitan mengenali simbol huruf, menghubungkan huruf dengan bunyinya, dan mencocokkan gambar dengan kata. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media digital BINTAR (Belajar Interaktif Anak Pintar) berbasis Wordwall, menilai kelayakannya, dan mendeskripsikan penggunaannya dalam pembelajaran pra-membaca di TK PGRI 2 Wagir Malang. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket validasi ahli, dan dokumentasi. Uji coba melibatkan kelompok kecil yang terdiri atas tiga anak dan kelompok besar yang terdiri atas 13 anak. Hasil validasi menunjukkan skor 55 dari 60 atau 91,67% dari ahli media serta 25 dari 36 atau 69,44% dari ahli materi. Hasil observasi memperlihatkan capaian anak yang bervariasi dalam mengenali simbol huruf dan membaca kata sederhana, sedangkan kemampuan mencocokkan gambar dengan kata masih memerlukan penguatan. Temuan ini menunjukkan bahwa BINTAR berpotensi menjadi alternatif media interaktif untuk mendukung pembelajaran pra-membaca melalui kegiatan bermain dan pendampingan guru. Namun, efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan pra-membaca anak belum dapat dipastikan dan perlu diuji melalui penelitian lanjutan dengan pengukuran yang terstruktur.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Fitriyah et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: