This study was motivated by the low learning outcomes of students in Pancasila Education, which was caused by a learning process that had not fully involved students actively. This study aimed to describe the implementation of the Role Playing learning strategy and analyze the improvement of students’ learning outcomes after its implementation. The study was conducted at UPTD SD Negeri 074038 TOHIA with 23 fourth-grade students as research subjects. This study employed Classroom Action Research conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research instruments consisted of teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, and learning outcome tests. Data were collected through observation and tests. The results showed that the implementation of the Role Playing strategy improved the quality of the learning process and students’ learning outcomes. Teacher activity increased gradually in each meeting, while student activity also showed increased involvement throughout the learning process. The learning test results showed that the average student score in Cycle I was 63.43 with classical mastery of 39.13%, which increased in Cycle II to 77.17 with classical mastery of 86.95%. This improvement indicates that Role Playing provided students with active, contextual, and meaningful learning experiences that helped them understand Pancasila Education material more effectively. Therefore, the Role Playing learning strategy can be used as an alternative learning strategy to improve students’ learning outcomes in Pancasila Education at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang belum sepenuhnya melibatkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran Role Playing dan menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan strategi tersebut. Penelitian dilaksanakan di UPTD SD Negeri 074038 TOHIA dengan subjek penelitian sebanyak 23 peserta didik kelas IV. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas peserta didik, dan tes hasil belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Role Playing dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Aktivitas guru meningkat secara bertahap dari setiap pertemuan, demikian pula aktivitas peserta didik yang menunjukkan peningkatan keterlibatan selama pembelajaran. Hasil tes menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik pada Siklus I sebesar 63,43 dengan ketuntasan klasikal 39,13%, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 77,17 dengan ketuntasan klasikal 86,95%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan Role Playing mampu memberikan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna sehingga membantu peserta didik memahami materi Pendidikan Pancasila dengan lebih baik. Dengan demikian, strategi pembelajaran Role Playing dapat digunakan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Waruwu et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: