The availability of contextual learning materials grounded in local wisdom is essential for supporting literacy and introducing cultural identity to elementary school students. This study aimed to develop a local wisdom-based children's storybook for Grade V Indonesian language learning at UPTD SD Negeri 074044 Dahana Bawodesolo and to evaluate its validity, practicality, and students' learning outcomes after using the product. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The participants were 20 fifth-grade students, comprising six students in a small-group trial and 14 students in a field trial. Data were collected through observations, interviews, expert validation questionnaires, student response questionnaires, and learning outcome tests. The data were analyzed using descriptive quantitative techniques. Following revision, the book received validation scores of 100% for content, language, and design/media, all categorized as highly valid. Student responses reached 81% in the small-group trial and 97% in the field trial, indicating practical and highly practical levels, respectively. The average learning outcome scores were 79 in the small-group trial and 87 in the field trial, with 100% of students in both groups meeting the Minimum Competency Criterion (KKM) of 75. In conclusion, the developed children's storybook met the established validity and practicality criteria and has the potential to serve as supplementary learning material for integrating local wisdom into Indonesian language instruction. ABSTRAK Ketersediaan bahan ajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal diperlukan untuk mendukung literasi sekaligus memperkenalkan identitas budaya kepada peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita anak berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V UPTD SD Negeri 074044 Dahana Bawodesolo serta menganalisis validitas, kepraktisan, dan hasil belajar siswa setelah menggunakan produk. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa kelas V, dengan enam siswa pada uji coba kelompok kecil dan 14 siswa pada uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, angket respons siswa, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi setelah revisi menunjukkan skor 100% pada aspek materi, bahasa, dan desain/media, dengan kategori sangat valid. Respons siswa mencapai 81% pada uji coba kelompok kecil dan 97% pada uji coba lapangan, masing-masing berkategori praktis dan sangat praktis. Rata-rata hasil belajar mencapai 79 pada kelompok kecil dan 87 pada uji coba lapangan, dengan ketuntasan belajar sebesar 100% pada kedua kelompok berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Dengan demikian, buku cerita anak yang dikembangkan memenuhi kriteria validitas dan kepraktisan serta berpotensi digunakan sebagai bahan ajar pendamping dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang mengintegrasikan kearifan lokal.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Harefa et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: