Learning multiplication of whole numbers up to 100,000 requires classroom management strategies that accommodate students’ diverse characteristics while connecting numerical concepts to their everyday experiences. This study aimed to improve mathematics learning outcomes through the implementation of classroom management based on Culturally Responsive Teaching (CRT) among fifth-grade students in Class VC at SD Negeri Kutowinangun 01. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted over two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. The participants were 16 students. The instructional intervention involved establishing classroom agreements, forming heterogeneous groups, providing equal opportunities for participation, and relating multiplication concepts to cultural contexts and everyday situations familiar to the students. Data were collected through learning achievement tests, observations, and documentation, and were analyzed quantitatively and descriptively. The findings indicated an improvement in students’ learning outcomes following the implementation of the intervention across the two cycles. These findings suggest that classroom management responsive to students’ backgrounds can support more contextualized and participatory mathematics learning. The implementation of this approach should be adapted to students’ learning needs and evaluated based on learning achievement in each cycle. ABSTRAK Pembelajaran perkalian bilangan cacah sampai 100.000 memerlukan strategi pengelolaan kelas yang mampu mengakomodasi keragaman karakteristik peserta didik sekaligus menghubungkan konsep numerik dengan pengalaman sehari-hari. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar Matematika melalui penerapan manajemen kelas berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) pada peserta didik kelas VC SD Negeri Kutowinangun 01. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 peserta didik. Tindakan pembelajaran dilakukan melalui penyusunan kesepakatan kelas, pembentukan kelompok heterogen, pemberian kesempatan berpartisipasi secara merata, serta pengaitan materi perkalian dengan konteks budaya dan kehidupan sehari-hari yang dekat dengan peserta didik. Data penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan tindakan pada dua siklus. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan kelas yang responsif terhadap latar belakang peserta didik dapat mendukung pembelajaran Matematika yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penerapan pendekatan ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan dievaluasi melalui pencapaian hasil belajar pada setiap siklus.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Prasetyaningsih et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: