AbstrakArtikel ini berfokus pada pengembangan teologi komparatif dengan membandingkan perjuangan perempuan dalam cerita rakyat Indonesia dan Maria dalam Injil. Cerita rakyat yang diteliti di sini adalah Malin Kundangdan cerita-cerita serupa yang menggambarkan hubungan antara seorang ibu dan anaknya. Dengan menggunakan metode komparatif, perjuangan para perempuan dalam dongeng-dongeng tersebut serta citra Allah terlebih dahulu diuraikan. Dalam konteks ini, peran Maria dalam peristiwa Yesus mengungkapkan keunikannya, terutama dalam solidaritasnya dengan perempuan Indonesia dan hubungannya dengan Yesus sebagai Bunda Gereja yang teladan. Akibatnya, kisah Injil, jika dilihat secara komparatif, tampak sebagai cahaya bagi kisah-kisah perempuan dalam perjuangan mereka. AbstractThis article focuses on developing comparative theology by comparing the struggles of women in Indonesian folklore and Mary in the Gospel. The folktales studied here are Malin Kundang and similar tales showing the relationship between a mother and her child. Using the comparative method, the struggles of women in these folktales and the image of God are first shown. In this light, Mary’s role in the Jesus event reveals her specificity, especially in her solidarity with Indonesian women and her relationship with Jesus as the exemplary Mother of the Church. As a result, the Gospel story, viewed comparatively, appears to be a light for the stories of women in their struggles.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Gregorius Hertanto Dwi Wibowo (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: