Adolescence is a period of rapid growth that is vulnerable to nutritional problems. Adolescent nutritional status is influenced by various faktors, such as dietary patterns and physical activity. Frequent consumption of high-calorie snacks, if not balanced with adequate physical activity, can lead to an imbalance between energy intake and expenditure. Excess energy is stored as fat, increasing the risk of overweight and obesity among adolescents. This study aimed to analyze the relationship between snack consumption frequency and physical activity with the nutritional status of adolescents at SMP Al Abidin Bilingual Boarding School Surakarta. This research employed an observational study with a cross-sectional design. A total of 135 eighth-grade students were selected using random sampling techniques. Data on snack consumption frequency were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), physical activity was assessed using the Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C), and nutritional status was determined based on Body Mass Index-for-Age (BMI-for-Age). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results of the study showed a significant relationship between the frequency of snack consumption and nutritional status (p=0,005). In addition, there was a significant relationship between physical activity and adolescent nutritional status (p=0,010). In conclusion, snack consumption frequency and physical activity were significantly associated with the nutritional status of adolescents at SMP Al Abidin Bilingual Boarding School Surakarta. Keywords: Snack Consumption Frequency, Physical Activity, Nutritional Status Adolescents. ABSTRAK Masa remaja merupakan periode pertumbuhan pesat yang rentan terhadap masalah gizi. Status gizi remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk pola makan dan aktivitas fisik. Perilaku konsumsi jajanan yang tinggi kalori apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup dapat mengakibatkan ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan. Kelebihan energi tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak sehingga berisiko menimbulkan gizi lebih atau obesitas pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMP Al Abidin Bilingual Boarding School Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 135 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data frekuensi konsumsi jajanan dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), aktivitas fisik diukur menggunakan Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C), dan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi jajanan dengan status gizi (p=0,005). Selain itu terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi remaja (p=0,010). Disimpulkan bahwa frekuensi konsumsi jajanan dan aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan status gizi remaja di SMP Al Abidin Bilingual Boarding School Surakarta. Kata Kunci: Frekuensi Konsumsi Jajanan, Aktivitas Fisik, Status Gizi, Remaja.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Dewi et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: