Social skills in science and social studies (IPAS) learning develop through interactions that accompany the process of understanding and processing information. This study examines the relationship between implementing a literacy-based reading and writing instructional model and elementary school students’ social skills through a quantitative approach involving 36 students in experimental and control groups. Data were collected through pretests and posttests, while the analysis employed the nonparametric Kruskal–Wallis test as reported in the study. The experimental group’s mean score increased from 70 to 92, whereas the control group’s mean rose from 73 to 96. Both groups experienced an increase of 22 points, with the control group achieving a higher posttest mean than the experimental group. The statistical test yielded a reported significance value of p < 0.001; however, its interpretation depends on the type of scores compared in the analysis. Therefore, this significance value cannot, by itself, establish that the literacy-based model is superior. These findings underscore the need to interpret changes in social skills by considering progress in both groups rather than focusing solely on the experimental group’s score increase. In IPAS learning, reading, discussion, and collaborative writing activities may provide opportunities to practice social interaction. Further research should examine differences in changes between groups using an appropriate statistical analysis. ABSTRAK Keterampilan sosial dalam pembelajaran IPAS berkembang melalui proses interaksi yang menyertai kegiatan memahami dan mengolah informasi. Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran literasi baca tulis dalam kaitannya dengan keterampilan sosial siswa sekolah dasar melalui pendekatan kuantitatif yang melibatkan 36 siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest, sedangkan analisis menggunakan uji nonparametrik Kruskal–Wallis sebagaimana tercantum dalam analisis penelitian. Rerata skor kelompok eksperimen meningkat dari 70 menjadi 92, sementara kelompok kontrol berubah dari 73 menjadi 96. Kenaikan kedua kelompok sama-sama mencapai 22 poin, dengan rerata akhir kelompok kontrol lebih tinggi daripada kelompok eksperimen. Hasil pengujian statistik dilaporkan memiliki nilai signifikansi (p < 0{,}001), tetapi interpretasinya bergantung pada jenis skor yang dibandingkan dalam pengujian tersebut. Oleh karena itu, nilai signifikansi ini tidak dapat langsung dipandang sebagai bukti bahwa model literasi baca tulis lebih unggul. Temuan tersebut menegaskan perlunya membaca perubahan keterampilan sosial dengan mempertimbangkan perkembangan pada kedua kelompok, bukan hanya kenaikan skor kelompok eksperimen. Dalam pembelajaran IPAS, kegiatan membaca, berdiskusi, dan menyusun tulisan bersama dapat dipertimbangkan sebagai ruang latihan interaksi sosial, sementara penelitian lanjutan perlu menguji perbedaan perubahan antarkelompok melalui analisis yang sesuai.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Ramadani et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: